Kebohongan Besar Pemerintah Mengenai BBM

Kepada masyarakat diberikan gambaran bahwa setiap kali harga minyak mentah di pasar internasional meningkat, dengan sendirinya pemerintah harus mengeluarkan uang ekstra, dengan istilah “untuk membayar subsidi BBM yang membengkak”.

Harga minyak mentah di pasar internasional selalu meningkat. Sebabnya karena minyak mentah adalah fosil yang tidak terbarui (not renewable). Setiap kali minyak mentah diangkat ke permukaan bumi, persediaan minyak di dalam perut bumi berkurang. Pemakaian (konsumsi) minyak bumi sebagai bahan baku BBM meningkat terus, sehingga permintaan yang meningkat terus berlangsung bersamaan dengan berkurangnya cadangan minyak di dalam perut bumi. Hal ini membuat bahwa permintaan senantiasa meningkat sedangkan berbarengan dengan itu, penawarannya senantiasa menyusut.

Sejak lama para pemimpin dan cendekiawan Indonesia berhasil di-“brainwash” dengan sebuah doktrin yang mengatakan : “Semua minyak mentah yang dibutuhkan oleh penduduk Indonesia harus dinilai dengan harga internasional, walaupun kita mempunyai minyak mentah sendiri.” Dengan kata lain, bangsa Indonesia yang mempunyai minyak harus membayar minyak ini dengan harga internasional.

Harga BBM yang dikenakan pada rakyat Indonesia tidak selalu sama dengan ekuivalen harga minyak mentahnya. Bilamana harga BBM lebih rendah dibandingkan dengan ekuivalen harga minyak mentahnya di pasar internasional, dikatakan bahwa pemerintah merugi, memberi subsidi untuk perbedaan harga ini. Lantas dikatakan bahwa “subsidi” sama dengan uang tunai yang harus dikeluarkan oleh pemerintah, sedangkan pemerintah tidak memilikinya. Maka APBN akan jebol, dan untuk menghindarinya, harga BBM harus dinaikkan. Baca lebih lanjut

Kenapa Premium Hilang di Mana-mana?

Tak hanya di Pekanbaru, di Pontianak pun hampir sama. BBM langka sejak bulan lalu.

Sejumlah daerah mengalami keterlambatan pasokan bahan bakar. Akibatnya, kelangkaan bahan bakar minyak (BBM) pun terjadi.

Di Pekanbaru, Riau, kelangkaan BBM terjadi sejak akhir pekan lalu karena pasokan bahan bakar di Depot Sei Siak kosong gara-gara kapal tanker pembawa BBM telat masuk pada Jumat, 4 Maret 2011. Normalnya, depot ini mensuplai bahan bakar ke 80 stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) di Pekanbaru dan sekitarnya.

Hingga dini hari tadi, kelangkaan Premium masih terjadi di sejumlah kabupaten/kota di Riau. Dari 13 SPBU yang dipantau pada pukul 05.10, Selasa 8 Maret 2011, sebanyak 12 SPBU di Pekanbaru kehabisan stok. Baca lebih lanjut

%d blogger menyukai ini: