Kalender Hari-hari Besar Indonesia

01 Januari – Tahun Baru Masehi
01 Januari – Hari Perdamaian Dunia
05 Januari – HUT Korps Wanita Angkatan Laut
10 Januari – Hari Tritura
10 Januari – Hari Lingkungan Hidup Indonesia
15 Januari – Hari Peristiwa Laut atau Samudera
25 Januari – Hari Gizi
25 Januari – Hari Kusta Internasional
Bulan Februari
02 Februari – Hari Lahan Basah Sedunia (konvensi Ramsar)
09 Februari – Hari Pers Nasional
13 Februari – Hari Farmasi

Bulan Maret
01 Maret – Hari Kehakiman Indonesia
06 Maret – Hari Kostrad
06 Maret – Hari Konvensi CITES (perdagangan satwa liar)
08 Maret – Hari Wanita Internasional
09 Maret – Hari Wanita Indonesia
10 Maret – Hut PARFI
11 Maret – Hari Surat Perintah 11 Maret (Supersemar)
18 Maret – Hari Arsitektur Indonesia
20 Maret – Hari Kehutanan Dunia
22 Maret – Hari Air Internasional
23 Maret – Hari Metereologi Sedunia
24 Maret – Hari Peringatan Bandung Lautan Api
30 Maret – Hari Film Indonesia

Bulan April
01 April – HUT Bank Dunia
06 April – Hari Nelayan Indonesia
07 April – Hari Kesehatan Indonesia
09 April – Hari Penerbangan Nasional
19 April – Hari HANSIP
21 April – Hari Kartini
22 April – Hari Bumi / Earth Day / KTT Bumi
24 April – Hari Angkutan Nasional
27 April – Hari Lembaga Pemasyarakatan Indonesia

Bulan Mei
01 Mei – Hari Buruh Internasional
01 Mei – Hari Peringatan Pernbebasan Irian Barat
02 Mei – Hari Pendidikan Nasional
03 Mei – Hari Surya
05 Mei – Hari Lembaga Sosial Desa
08 Mei – Hari Palang Merah Internasional
11 Mei – Hari POM TNI
17 Mei – Hari Buku Nasional
20 Mei – Hari Kebangkitan Nasional

Bulan Juni
01 Juni – Hari Lahirnya Pancasila
03 Juni – Hari Pasar & Modal Indonesia
05 Juni – Hari Lingkungan Hidup Sedunia

10 Juni – Hari Ulang Tahun Andukot Ismael
21 Juni – Hari Krida Pertanian
22 Juni – HUT Kota Jakarta
23 Juni – Hari Konvensi Bonn
24 Juni – Hari Bidan Indonesia
29 Juni – Hari keluarga Nasional

Bulan Juli
01 Juli – Hari Bhayangkara
01 Juli – Hari Anak-anak Indonesia
05 Juli – Hari Bank Indonesia
09 Juli – Hari Peluncuran Satelit Palapa
12 Juli – Hari Koperasi Indonesia
22 Juli – Hari Kejaksaan
23 Juli – Hari Anak Nasional

Bulan Agustus
08 Agustus – Hari ASEAN
10 Agustus – Hari Veteran Nasional
14 Agustus – Hari Pramuka
17 Agustus – Hari Proklamasi Kemerdekaan Indonesia
18 Agustus – Hari Konstitusi Indonesia
19 Agustus – Hari Departemen Luar Negeri
21 Agustus – Hari Maritim Nasional
24 Agustus – HUT TVRI

Bulan September
01 September – Hari POLWAN
04 September – Hari Pelanggan Nasional (mulai 2003)
08 September – Hari Aksara
08 September – Hari Pamong Praja
09 September – Hari Olahraga Nasional
11 September – Hari Radio Republik Indonesia
17 September – Hari Perhubungan Nasional
24 September – Hari Agraria Nasional / Hari Tani
27 September – Hari ParPostel
28 September – Hari Kereta Api
29 September – Hari Sarjana
30 September – Hari Pemberontakan PKI

Bulan Oktober
01 Oktober – Hari Kesaktian Pancasila
02 Oktober – Hari Batik Dunia
05 Oktober – HUT Tentara Nasional Indonesia
09 Oktober – Hari Surat Menyurat Internasional
10 Oktober – Hari Cuci tangan Sedunia
14 Oktober – Hari Pangan Sedunia
15 Oktober – Hari Hak Asasi Binatang
16 Oktober – Hari Parlemen RI
24 Oktober – HUT PBB
24 Oktober – Hari Dokter Indonesia
27 Oktober – Hari Penerbangan Nasional
28 Oktober – Hari Sumpah Pemuda
30 Oktober – Hari Keuangan

Bulan November
03 November – Hari Kerohanian
10 November – Hari Pahlawan
12 November – Hari Kesehatan Nasional
14 November – Hari BRIMOB
16 November – Hari Konferensi Warisan Dunia
21 November – Hari Pohon
25 November – Hari Guru / HUT PGRI

Bulan Desember
01 Desember – Hari AIDS sedunia
02 Desember – Hari Konvensi Ikan Paus
03 Desember – Hari Penderita Cacat
04 Desember – Hari Artileri

09 Desember – Hari Anti Korupsi Dunia
09 Desember – Hari Armada RI
10 Desember – Hari HAM
12 Desember – Hari Transmigrasi
15 Desember – Hari Infantri
15 Desember – Hari Cinta Puspa dan Satwa Nasional
19 Desember – HUT Tentara Nasional Indonesia
20 Desember – Hari Sosial
22 Desember – Hari Ibu
22 Desember – Hari Sosial
22 Desember – Hari Korps Wanita Angkatan Darat
25 Desember – Hari Natal
29 Desember – Hari Keanekaragaman Hayati

Iklan

Kebohongan Besar Pemerintah Mengenai BBM

Kepada masyarakat diberikan gambaran bahwa setiap kali harga minyak mentah di pasar internasional meningkat, dengan sendirinya pemerintah harus mengeluarkan uang ekstra, dengan istilah “untuk membayar subsidi BBM yang membengkak”.

Harga minyak mentah di pasar internasional selalu meningkat. Sebabnya karena minyak mentah adalah fosil yang tidak terbarui (not renewable). Setiap kali minyak mentah diangkat ke permukaan bumi, persediaan minyak di dalam perut bumi berkurang. Pemakaian (konsumsi) minyak bumi sebagai bahan baku BBM meningkat terus, sehingga permintaan yang meningkat terus berlangsung bersamaan dengan berkurangnya cadangan minyak di dalam perut bumi. Hal ini membuat bahwa permintaan senantiasa meningkat sedangkan berbarengan dengan itu, penawarannya senantiasa menyusut.

Sejak lama para pemimpin dan cendekiawan Indonesia berhasil di-“brainwash” dengan sebuah doktrin yang mengatakan : “Semua minyak mentah yang dibutuhkan oleh penduduk Indonesia harus dinilai dengan harga internasional, walaupun kita mempunyai minyak mentah sendiri.” Dengan kata lain, bangsa Indonesia yang mempunyai minyak harus membayar minyak ini dengan harga internasional.

Harga BBM yang dikenakan pada rakyat Indonesia tidak selalu sama dengan ekuivalen harga minyak mentahnya. Bilamana harga BBM lebih rendah dibandingkan dengan ekuivalen harga minyak mentahnya di pasar internasional, dikatakan bahwa pemerintah merugi, memberi subsidi untuk perbedaan harga ini. Lantas dikatakan bahwa “subsidi” sama dengan uang tunai yang harus dikeluarkan oleh pemerintah, sedangkan pemerintah tidak memilikinya. Maka APBN akan jebol, dan untuk menghindarinya, harga BBM harus dinaikkan. Baca lebih lanjut

Mahasiswa Nasdem Riau Tolak Kenaikan BBM

Pekanbaru Kamis 22 Maret 2012.

Liga Mahasiswa Nasdem Provinsi Riau turut menolak rencana pemerintah menaikkan harga bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi pada April 2012.

“BBM merupakan kebutuhan hampir seluruh rakyat Indonesia, mulai dari kebutuhan rumah tangga, transportasi, hingga industri. Dengan demikian, BBM merupakan hajat hidup orang banyak,” ujar Dian Triska wakil sekretaris bidang Informasi Komite Wilayah Liga Mahasiswa Nasdem Provinsi Riau di sela aksi demonstrasi bersama Sentral Gerakan Rakyat Riau (SEGERA) di depan kantor Gubernur Riau.

Menurut Dian, seharusnya masalah BBM menjadi perhatian serius pemerintah sebagaimana amanat Undang-Undang Dasar 1945 Pasal 33 Ayat (2), yakni cabang-cabang produksi yang penting bagi negara dan menguasai hajat hidup orang banyak dikuasai oleh negara.

Dalam penyelenggaraan negara untuk kesejahteraan rakyat, pemerintah yang telah menerapkan kebijakan subsidi untuk konsumsi BBM dengan tujuan untuk dapat meringankan beban rakyat.

“Jangan justru menaikkan harga BBM yang tentunya akan lebih menyengsarakan rakyat,” katanya menegaskan.

berita selengkapnya —–>>> klik disini

SBY Panik, Kirim EE Mangindaan ke Rumah Sondang

Diutusnya Menteri Perhubungan EE Mangindaan ke rumah Sondang Hutagalung aktivis yang membakar dirinya di depan Istana Merdeka menunjukan kepanikan dan kebingungan dari Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY).

Ketua Presidum Indonesia Police Watch (IPW) Neta S Pane mengatakan tindakan SBY tersebut sangat aneh dan disayangkan. Seharusnya yang dikirim adalah Andi Arief, Menpora atau Menkumham agar ada korelasinya.  “Ini menunjukan Presiden bingung dan tak bisa memilih dengan tepat,” katanya dalam pesan singkat.  Baca lebih lanjut

Jangan Anggap Remeh Aksi Sondang Hutagalung

Hari-hari ini, orang-orang di lingkaran dekat Presiden Susilo Bambang Yudhoyono masih percaya – dan ingin orang banyak percaya – kalau Indonesia kebal dari revolusi ala Timur Tengah. Tak ada alasan untuk cemas, tak ada dalil untuk gelisah. Karenya, orang-orang penting itu selalu sibuk berkampanye kalau rejim Susilo Bambang Yudhoyono telah berhasil meningkatkan kesejahteraan rakyat, memangkas angka-angka kemiskinan meskipun di sudut-sudut kolong jembatan yang pengap, banyak anak-anak sebangsa telah mati karena kelaparan dan ratusan bahkan ribuan terbaring lemas berbalut kulit.

Merujuk pada kondisi politik terakhir pasca aksi Sondang Hutagalung, Sekretaris Kabinet (Seskab) Dipo Alam menyesalkan aksi mahasiswa Universitas Bung Karno yang olehnya dianggap keliru. “Pemuda berjuang harus berani hidup, bukan berani mati,” kata Dipo. Kompas.

Tak kalah dari Seskab, Juru Bicara Presiden Julian Aldrin Pasha juga cukup latah mengatakan, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono turut bersedih.

Dipo tak cukup dalil untuk menyesalkan aksi Sondang, sebab sebagaimana yang diakuinya sendiri, ia belum mengetahui motivasi apa dan mengapa Sondang Hutagalung nekat menjadi “martir”. Pun Presiden tak cukup alasan sekedar bersedih,  sebab selama ini pemerintah terlalu buta tuli untuk menampung kedalaman dan kelembutan jiwa dan aspirasi orang sebangsa.

Barangkali orang-orang di lingkaran dekat presiden mungkin juga lupa, atau pura-pura lupa, kalau revolusi Timur Tengah punya semua yang dibanggakan Jakarta selama ini– jika tak lebih baik. Baca lebih lanjut

Sondang, Sang Revolusioner Telah Pergi

Oleh Agnes Hening Ratri

Sondang Hutagalung, lelaki berambut cepak dengan badan yang berisi itu memiliki tatapan tajam. Meskipun ia jarang berbicara namun terlihat kesungguhan dari matanya. Dalam setiap aksi yang diikutinya, ia tampak total. Seperti perjumpaanku kurang lebih 3 bulan lalu di aksi solidaritas untuk Papua akhir September lalu.

Sondang memerankan dirinya sebagai seorang militer yang kejam di Papua. Dengan memakai baju loreng dan senjata laras panjang, Sondang terlihat begitu gagah. Sepatu hitam yang dipakai pada saat itulah yang menemani kematiannya.

Sondang, lelaki muda berusia 22 tahun. Memiliki semangat juang yang tak dapat ditampik lagi. Keberadaannya ditengah-tengah komunitas aktivis di ibu kota telah menempanya menjadi pribadi yang kuat. Ia memiliki cara tersendiri untuk melakukan perlawanan.

Sebagai penggiat organisasi kemahasiswaan di Universitas Bung Karno, Sondang cukup dikenal dan dicintai oleh semua orang. Namun tidak semua orang mengerti tentang pilihan kematian baginya. Kehilangan pasti, sedih itu juga yang menjalar di wajah-wajah penggiat Hak Asasi Manusia sejak tengah malam 10 Desember. Baca lebih lanjut

Sondang Hutagalung Dikebumikan Pagi Ini

Pelaku bakar diri di depan istana presiden itu wafat pada Sabtu sore 10 Desember 2011.

Jenazah Sondang Hutagalung, mahasiswa Universitas Bung Karno yang membakar diri di depan Istana Presiden, hari ini dikebumikan. Sondang meninggal setelah melewati masa kritis selama empat hari.

Kakak sulung Sondang, Bob Crispianza, mengatakan bahwa keluarga sudah menyiapkan rangkaian prosesi pemakanan. “Dikebumikan di daerah Pondok Kelapa pagi ini, sekarang masih rangkaian doa-doa,” katanya, Minggu, 11 Desember 2011.

Sondang menghembuskan napas terakhir sekitar pukul 17.45, Sabtu 10 Desember 2011. Dengan luka bakar mencapai 98 persen, sulit bagi Sondang untuk bertahan.

Direktur Utama Rumah Sakit Ciptomangunkusumo, dr Akmal Taher, menyebutkan, beberapa menit sebelum meninggal, kondisi Sondang kritis sehingga dilarikan ke ruang intensive care unit (ICU). Selama 15 menit, Sondang diberi bantuan pernafasan dari mesin.

Sondang merupakan anak bungsu dari empat bersaudara. Ayahnya seorang sopir taksi dan ibunya tidak bekerja. Dia tinggal bersama keluarganya di Pondok Ungu, Bekasi. Baca lebih lanjut

%d blogger menyukai ini: