Aa Gym Menikah Lagi

Setelah sempat bercerai, pasangan dai kondang KH Abdullah Gymnastiar dan Ninih Mutmainah memutuskan kembali mengikat tali perkawinan di antara mereka. Selasa (13/3) pagi berkisar pukul 08.00, akad nikah Aa Gym dan Teh Ninih dilakukan di tempat mempelai perempuan, daerah Sariwangi, Kec Parongpong, Kab Bandung Barat.

Aa Gym dan Teh Ninih harus kembali melakukan pernikahan mengingat syarat rujuk sudah terlampaui. Masa rujuk berlaku 100 hari sejak ikrar talak diucapkan. Pengucapan talak cerai itu sudah dilakukan Pimpinan Ponpes Daarut Tauhid (DT) itu pada 26 Juli 2011 silam.

Usai melakukan akad nikah kembali, sejam kemudian keduanya menggelar resepsi sederhana di kompleks Ponpes Daarut Tauhid, kawasan Gegerkalong, Kota Bandung. Keluarga, kerabat, dan tetangga diundang dalam pernikahan itu. Mereka bergantian keluar masuk untuk mengucapkan selamat.

Benar ada berita bahagia dari keduanya? “Alhamdulillah, mohon doanya,” kata Teh Rasmi, staf Teh Ninih membenarkan sambil menebar senyum di rumah kedua pasangan itu.

“Teh Ninih masih menerima tamu di dalam. Yang jelas, acara itu dihadiri anggota keluarga, lengkap,” imbuhnya. Hingga sore, Teh Ninih tak tampak meninggalkan rumah.

Sedangkan Aa Gym, berdasarkan pantauan Senin (12/3) siang, tidak tampak termasuk di Masjid DT. Anggota keluarga yang sempat terlihat adalah menantunya, Harpinadi Ihram (28), suami dari anak tertua Aa Gym-Teh Ninih, Ghaida Tsurayya (20). Harpinadi menolak berkomentar terkait peristiwa itu. Baca lebih lanjut

Iklan

Pengadilan “Sandal Jepit”

Oleh : Andukot Ismael

Mencuatnya kasus sandal jepit menggemparkan publik, tidak hanya publik dalam negeri bahkan sampai keluar negeri yang ditandai dengan dimuatnya di media Amerika Serikat Washington Post “Indonesians dump flip-flops at police station in symbol of frustration over uneven justice”.

Kasus ini bermula pada bulan November 2010, Aal siswa SMK Negeri Kota Palu, Sulawesi Tengah dituduh mencuri sandal bersama temannya dirumah kos Briptu Ahmad Rusdi dijalan Zebra Kota Palu. Enam bulan kemudian tepatnya bulan Mai 2011 Aal dipanggil polisi, ketika “diinterogasi” Aal dan temannya mengaku mencuri sandal-sandal itu dan akhirnya kasus tersebut dilimpahkan kepengadilan.

Di pengadilan Aal didakwa oleh jaksa penuntut umum melakukan tindak pidana pencurian sebagaimana diatur pasal 362 KUHP tentang Pencurian dengan ancaman 5 tahun penjara, kemudian hakim dalam putusannya menyatakan Aal bersalah dan dikembalikan kepada orang tuanya untuk dibina, artinya Aal tidak dijatuhi hukuman pidana sama sekali. Baca lebih lanjut

Aksi Jahit Mulut Warga Pulau Padang Riau

Sudah tiga hari warga Pulau Padang menggelar aksi jahit mulut. Setidaknya sudah 28 warga terlibat dalam aksi jahit mulut ini. Mereka mengaku tidak akan menghentikan aksi jahit mulut itu sebelum tuntutan mereka dipenuhi.

Mereka menuntut pencabutan SK Menhut nomor 327 tahun 2009 tentang Hutan Tanaman Industri (HTI) untuk PT. Riau Andalan Pulp and Paper (RAPP). Warga menganggap SK tersebut akan menyebabkan kerusakan lingkungan dan perampasan lahan milik rakyat.

Berbagai organisasi sosial dan politik pun memberi dukungan. Tidak ketinggalan sejumlah anggota DPD dan DPR. Tetapi tidak sedikit pula yang mencibir aksi ini sebagai tindakan menyakiti diri atau masokisme.

Ketua DPR, Marzuki Ali, misalnya, meminta agar warga menghentikan aksi jahit mulut itu. “Jangan lah jahit mulut nanti kita nggak bisa makan, nggak bisa kerja, nggak ada gunanya,” kata Marzuki Ali. Ia menjanjikan akan meneruskan tuntutan petani itu kepada pejabat berwenang. Tetapi petani menolak permintaan itu. Baca lebih lanjut

Aparat Bantai Puluhan Petani Lampung

“Menurut pelapor sejumlah warga dibunuh dengan cara disembelih oleh aparat keamanan”
KOALISI Kemanusian dan Keluarga Korban Lampung mengadukan Pam Swakarsa ke DPR, yang diduga melakukan tindakan sadis terhadap warga Lampung. Dalam kejadian tersebut, delapan petani tewas serta 20 lainnya cacat permanen. Mereka diterima di ruang Komisi III, gedung Nusantara II, Senayan Jakarta, Rabu (14/12).
Juru bicara Koalisi Kemanusiaan dan Keluarga Korban Lampung, Saurip Kadi di hadapan anggota Komisi Hukum DPR itu menjelaskan bahwa penyiksaan itu terkait tudingan Pam Swakarsa terhadap masyarakat yang menyerobot lahan milik PT Silva Inhutani di Desa Mesuji, Provinsi Lampung. “Tindak kekerasan sadis dengan cara dibantai ini dialami warga Lampung sejak awal tahun 2011.
Pelakunya seperti dalam tayangan video yang diputar di Komisi III tadi (kemari), diduga dilakukan oleh oknum Polri,” ujar Saurip Kadi, di hadapan sejumlah anggota Komisi III DPR. Ditegaskannya, setidaknya telah diketahui sekitar 8 orang meninggal dunia dan sekitar 20 orang di antaranya mengalami cacat fisik permanen. Baca lebih lanjut

Kabareskrim Akui Ada Pembantaian Manusia di Mesuji

Penjelasan yang berubah-ubah disampaikan pihak kepolisian terkait video pembantaian yang diungkap warga Lampung kepada Komisi III Dewan Perwakilan Rakyat.

Awalnya, sebelum rapat dengar pendapat (RDP) dengan Komisi III, Rabu (14/12/2011) malam, Kepala Bareskrim Polri Komisaris Jenderal Sutarman menyebut tidak ada kasus pemenggalan kepala di Lampung.

Sutarman mengaku meragukan kebenaran video itu. “(Kasus) pemenggalan enggak ada. Makanya kita cari dari mana sumbernya (video). Kalau kita bicara logika, masa iya sih orang sadis gitu,” kata Sutarman.

Namun, setelah RDP berakhir, Sutarman membenarkan video itu. Menurut dia, pemenggalan dilakukan oleh orang sipil. “Pelakunya warga masyarakat. Itu kan terjadi (ketika) bentrok warga dengan warga yang di Lampung,” kata dia. Baca lebih lanjut

Abraham Samad: Saya Siap ‘Di-Antasari-kan’

Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terpilih Abraham Samad, Minggu, 4 Desember 2011, melakukan silaturahmi dengan puluhan tokoh dan aktivis di Sulawesi Selatan. Silaturrahmi dilakukan di sekretariat Komite Pemantau Legislatif (Kopel) Sulawesi, Jalan Batua Raya, Makassar, Sulawesi Selatan.

Dalam silaturahmi tersebut, tampak hadir guru besar Fisipol Universitas Hasanuddin, Hasrullah, aktivis Forum Umat Islam, Sirajuddin serta puluhan aktivis anti korupsi dan LSM di Sulsel.

Ketua KPK terpilih, Abraham Samad pada pertemuan tersebut lagi-lagi menyatakan komitmennya untuk memberantas korupsi di Indonesia. Bahkan ia menyatakan siap mewakafkan dirinya untuk lembaga yang dipimpinnya. Baca lebih lanjut

Ketua KPK Abraham Samad, Lantang dan Berani

Calon pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi terpilih, Abraham Samad, secara mengejutkan dipercaya partai politik untuk memimpin KPK empat tahun ke depan. Tak tanggung-tanggung, Abraham mendapat 43 dari 56 suara anggota Komisi III Dewan Perwakilan Rakyat dalam pemungutan suara pada Jumat (2/12/2011).

Abraham mengalahkan empat pimpinan KPK yang lebih senior darinya yakni Bambang Widjojanto (4 suara), Busyro Muqoddas (5 suara), Adnan Pandu Praja (1 suara), dan Zulkarnain (3 suara).

Samad adalah pimpinan KPK paling muda. Dia berusia 45 tahun, lahir di Makassar, Sulawesi Selatan, 27 November 1966. Abraham menyelesaikan pendidikan hukum strata satu hingga strata tiga di Universitas Hasanuddin, Makassar.

Di Makassar, Samad dikenal sebagai aktivis antikorupsi. Dia penggagas sekaligus Koordinator Anti Corruption Committee di Sulsel. Salah satu kasus korupsi yang pernah dia bongkar yakni kasus yang melibatkan wali kota Makassar.

Akibat langkahnya itu, rumah serta usaha milik istrinya pernah dirusak sekelompok orang. Selain sebagai aktivis, dia juga berkarier sebagai advokat. Dia telah menanggalkan profesinya itu ketika mendaftar di panitia seleksi calon pimpinan KPK. Baca lebih lanjut

%d blogger menyukai ini: